Tutorial ini membahas empat langkah membangun agent: briefing, uji kasus, skill, dan validator. Contohnya diambil dari cara Learning Dev Agent dibangun. Anda tidak perlu menjadi programmer.
Sebelum mulai, tanyakan: apakah peran Anda berbeda dari tim LD, dan apakah cara kerja terbaiknya masih tersimpan di kepala satu atau dua orang? Bila tidak, cukup pakai agent yang sudah ada.
Langkah 1: Tulis briefing
Mulai dari briefing (CLAUDE.md), karena sikap dan konteks berlaku untuk semua pekerjaan. Lihat contoh briefing Learning Dev Agent: ada bagian peran, konteks kerja, tujuan, cara bersikap, standar review, sampai pertanyaan yang belum terjawab.
Cara termudah mengisinya adalah wawancara. Minta asisten mewawancarai pemilik peran tentang lima hal:
- Tanggung jawab
- Konteks kerja
- Pain point
- Gaya komunikasi
- Hal yang tidak boleh dilakukan
Kerangka briefing siap salin tersedia di Playbook (Lampiran).
Langkah 2: Uji dengan kasus nyata
Ambil tiga pekerjaan yang biasa Anda tangani, minta agent mengerjakannya, lalu bandingkan dengan cara Anda. Di mana jawabannya melenceng?
Setiap koreksi ditulis di briefing sebagai pola keputusan beserta alasannya. Contoh di bagian 6a briefing Learning Dev Agent: agent harus riset dulu sebelum membuat desain program, karena pada uji coba agent sempat langsung membuat draf.
Langkah 3: Jadikan skill untuk pekerjaan berulang
Bila suatu pekerjaan selalu dikerjakan dengan cara yang sama, jadikan skill. Satu skill berisi:
SKILL.md: instruksi langkah demi langkah- folder referensi dan template
- folder skrip pemeriksa
- contoh hasil terbaik (agent meniru mutu dari sini)

Jangan sekaligus: buat satu skill, uji dengan satu contoh nyata, bandingkan dengan hasil terbaik buatan manusia, baru lanjut ke skill berikutnya.
Langkah 4: Pindahkan aturan yang bisa dihitung ke validator
Instruksi tertulis mudah dilanggar. Aturan yang bisa dihitung, seperti jumlah topik atau panjang pilihan jawaban, dipindahkan ke skrip pemeriksa. Skrip ini menolak hasil yang salah dan baru meloloskan setelah diperbaiki.
Tempatkan setiap aturan di tempat yang tepat
| Jenis aturan | Tempatnya |
|---|---|
| Sikap dan cara menimbang | Briefing |
| Prosedur kerja | Skill |
| Aturan yang bisa dihitung | Validator |
| Fakta organisasi | Bahan acuan |
Langkah terakhir: tetapkan pemilik
Tetapkan siapa pemilik agent, dan simpan folder di tempat bersama, bukan di folder pribadi. Tanpa pemilik, agent akan usang ketika standar dan orang di tim berubah.
Cek pemahaman
- Saya tahu kapan perlu membangun agent sendiri.
- Briefing saya berisi lima hal hasil wawancara.
- Saya membuat satu skill dulu dan mengujinya.
- Aturan yang bisa dihitung sudah saya pindahkan ke validator.