Beranda / Series 5: Membangun Agent Sendiri

Tutorial · L3 Intermediate

Tutorial: Membangun Agent untuk Peran Anda

407 kata · sekitar 2 menit baca

Daftar isi
  1. Langkah 1: Tulis briefing
  2. Langkah 2: Uji dengan kasus nyata
  3. Langkah 3: Jadikan skill untuk pekerjaan berulang
  4. Langkah 4: Pindahkan aturan yang bisa dihitung ke validator
  5. Tempatkan setiap aturan di tempat yang tepat
  6. Langkah terakhir: tetapkan pemilik
  7. Cek pemahaman

Tutorial ini membahas empat langkah membangun agent: briefing, uji kasus, skill, dan validator. Contohnya diambil dari cara Learning Dev Agent dibangun. Anda tidak perlu menjadi programmer.

Sebelum mulai, tanyakan: apakah peran Anda berbeda dari tim LD, dan apakah cara kerja terbaiknya masih tersimpan di kepala satu atau dua orang? Bila tidak, cukup pakai agent yang sudah ada.

Langkah 1: Tulis briefing

Mulai dari briefing (CLAUDE.md), karena sikap dan konteks berlaku untuk semua pekerjaan. Lihat contoh briefing Learning Dev Agent: ada bagian peran, konteks kerja, tujuan, cara bersikap, standar review, sampai pertanyaan yang belum terjawab.

Rekaman: Menelusuri bagian cara bersikap dan pola keputusan di CLAUDE.md

Cara termudah mengisinya adalah wawancara. Minta asisten mewawancarai pemilik peran tentang lima hal:

  1. Tanggung jawab
  2. Konteks kerja
  3. Pain point
  4. Gaya komunikasi
  5. Hal yang tidak boleh dilakukan

Kerangka briefing siap salin tersedia di Playbook (Lampiran).

Rekaman: Mengisi kerangka CLAUDE.md

Langkah 2: Uji dengan kasus nyata

Ambil tiga pekerjaan yang biasa Anda tangani, minta agent mengerjakannya, lalu bandingkan dengan cara Anda. Di mana jawabannya melenceng?

Setiap koreksi ditulis di briefing sebagai pola keputusan beserta alasannya. Contoh di bagian 6a briefing Learning Dev Agent: agent harus riset dulu sebelum membuat desain program, karena pada uji coba agent sempat langsung membuat draf.

Langkah 3: Jadikan skill untuk pekerjaan berulang

Bila suatu pekerjaan selalu dikerjakan dengan cara yang sama, jadikan skill. Satu skill berisi:

  • SKILL.md: instruksi langkah demi langkah
  • folder referensi dan template
  • folder skrip pemeriksa
  • contoh hasil terbaik (agent meniru mutu dari sini)
Struktur folder sebuah skill
Struktur folder sebuah skill

Jangan sekaligus: buat satu skill, uji dengan satu contoh nyata, bandingkan dengan hasil terbaik buatan manusia, baru lanjut ke skill berikutnya.

Langkah 4: Pindahkan aturan yang bisa dihitung ke validator

Instruksi tertulis mudah dilanggar. Aturan yang bisa dihitung, seperti jumlah topik atau panjang pilihan jawaban, dipindahkan ke skrip pemeriksa. Skrip ini menolak hasil yang salah dan baru meloloskan setelah diperbaiki.

Rekaman: Contoh skrip pemeriksa naskah TTS

Tempatkan setiap aturan di tempat yang tepat

Jenis aturan Tempatnya
Sikap dan cara menimbang Briefing
Prosedur kerja Skill
Aturan yang bisa dihitung Validator
Fakta organisasi Bahan acuan

Langkah terakhir: tetapkan pemilik

Tetapkan siapa pemilik agent, dan simpan folder di tempat bersama, bukan di folder pribadi. Tanpa pemilik, agent akan usang ketika standar dan orang di tim berubah.

Cek pemahaman

  • Saya tahu kapan perlu membangun agent sendiri.
  • Briefing saya berisi lima hal hasil wawancara.
  • Saya membuat satu skill dulu dan mengujinya.
  • Aturan yang bisa dihitung sudah saya pindahkan ke validator.