Beranda / Series 4: Aset Turunan, Review, dan FK/JK

Artikel · L2 Developing

Aset Turunan, Review, dan FK/JK

1259 kata · sekitar 6 menit baca

Daftar isi
  1. Langkah 1: Script Video
  2. Langkah 2: Video
  3. Langkah 3: Artikel
  4. Langkah 4: Quiz
  5. Langkah 5: Review Konten
  6. Langkah 6: FK atau JK untuk Pengadaan Pendukung
  7. Tips dan Jebakan Umum
  8. Referensi

Series

Proficiency

Cakupan

Series 4 dari 5

Developing (L2)

Script video, video, artikel, quiz, review konten, FK/JK

ENABLING LEARNING OBJECTIVE (ELO)

Peserta mampu memakai agent untuk menurunkan script video, video, artikel, dan quiz dari satu modul, mereview hasilnya, dan menyusun FK atau JK untuk pengadaan pendukung.

Keluhan yang sering muncul pada konten pembelajaran adalah aset yang tidak nyambung: video membahas satu hal, artikel membahas hal lain, dan soal menanyakan sesuatu yang tidak pernah diajarkan. Penyebabnya biasanya sederhana, yaitu tiap aset dibuat dari sumber yang berbeda. Prinsip kerja di series ini: semua aset diturunkan dari modul yang sama, dan setiap tahap melewati titik persetujuan manusia.

Skenario kita melanjutkan Series 3. Modul TC-292 Prompt Engineering level 1 sudah jadi dan diperiksa. Sekarang topik ketiga modul itu akan diolah menjadi script video, video, artikel, dan quiz, lalu semuanya direview. Di bagian akhir, kita menyusun FK untuk kebutuhan konsumsi kegiatan bangmat yang mendukung produksi.

Langkah 1: Script Video

Mintalah dengan kalimat sederhana, misalnya "Buatkan script video dari modul ini." Agent akan membaca modul, menentukan model video sesuai level (L1 teori atau konsep, L2 langkah kerja, L3 studi kasus), lalu berhenti untuk konfirmasi. Gaya penyampaian, explanatory atau storytelling, wajib dikonfirmasi untuk semua level, walau Anda sudah menyiratkannya.

Setelah itu agent menyajikan alur tiap video dan menunggu persetujuan sebelum menulis script. Script berbentuk tabel per scene: waktu, voice over, arahan visual (stock footage dan motion graphic), dan teks layar. Anggaran VO dihitung dengan tempo 110 sampai 130 kata per menit. Bila diminta, agent juga membuat naskah VO bertag TTS, dan skrip memverifikasi bahwa tag tidak mengubah satu kata pun. Tokoh dan perusahaan dalam script selalu fiktif.

Dalam skenario, analis memilih gaya explanatory dan satu video untuk topik ketiga dengan durasi maksimal tiga menit. Agent mengusulkan alur: pembuka berupa masalah, penjelasan konsep inti, contoh singkat, lalu ringkasan. Analis meminta contoh diganti dengan situasi tim marketing, sesuai target peserta. Revisi kecil seperti ini wajar dan sebaiknya dilakukan sebelum script ditulis.

Langkah 2: Video

Skill video merakit video dari folder scene yang berisi script atau VO, gambar scene, dan bumper. Skill ini wajib berjalan di laptop, karena memakai ffmpeg, Node.js, Tesseract CLI, dan API key pribadi untuk ElevenLabs dan Pexels. Ada dua titik persetujuan: storyboard sebelum motion graphic dibuat, dan preview sebelum video dirakit. Hasilnya video MP4 16:9 720p dengan gaya visual putih-teal dan subtitle.

Kesalahan umum adalah menyetujui storyboard tanpa mencocokkan visual dengan kalimat VO. Periksa bahwa setiap visual memperkuat kalimat yang sedang diucapkan, dan tidak ada gambar yang tampil terlalu lama tanpa perubahan.

Bila VO dibuat dari script dengan ElevenLabs, agent memakai voice yang tersimpan di konfigurasi atau menanyakannya sekali. API key tidak pernah diminta lewat percakapan; key harus sudah tersimpan di laptop. Bila belum ada, agent akan berhenti dan menjelaskan cara menyimpannya. Setiap revisi menyimpan versi sebelumnya, jadi Anda tetap bisa kembali ke render lama.

Langkah 3: Artikel

Artikel adalah komplemen video, bukan versi tertulis dari video. Mintalah, misalnya, "Buatkan artikel level 1 untuk topik 3 modul ini." Agent menulis satu artikel per section dengan gaya sesuai level: L1 bahasan konsep 600 sampai 900 kata, L2 penerapan praktis 1.200 sampai 1.800 kata, L3 studi kasus bertokoh 1.300 sampai 1.800 kata.

Rujukan diambil dari material, dan rujukan tambahan hanya dicantumkan bila sudah diverifikasi. Nama organisasi disamarkan dan angka ilustratif ditandai. Bila material terlalu tipis untuk target panjang, agent akan memberi tahu dan menawarkan riset, bukan menambal dengan kalimat kosong. Saat ini skill artikel baru memakai modul sebagai sumber. Bila script video sudah ada, lampirkan juga supaya artikel mendalami bagian yang di video hanya disinggung.

Untuk level 1, periksa bahwa artikel menjelaskan konsep dengan definisi, penjelasan, dan contoh singkat, tanpa langkah prosedural rinci. Nama file artikel mengikuti pola kode kompetensi, level, modul, dan section, sehingga mudah dicocokkan dengan learning unit di tracker.

Langkah 4: Quiz

Quiz dibuat per section, 10 soal, bilingual Indonesia dan Inggris. Tipe soal mengikuti pola 4-3-3 sesuai level: L1 Recall, Understand, Identify; L2 Apply, Operate, Modify; L3 Apply, Compare, Complete. Setiap opsi punya explanation sendiri yang diawali BENAR atau SALAH.

Aturan mutu

Alasannya

Konteks Telkom maksimal 2 dari 10 soal

Soal tetap relevan tanpa terlalu bergantung pada konteks internal

Opsi benar tidak lebih panjang lebih dari 20 karakter dari pengecoh terpanjang

Jawaban tidak tertebak dari panjangnya

Pengecoh serinci opsi benar

Peserta harus benar-benar memahami materi

Sebaran kunci merata, tanpa pola berulang

Kunci tidak bisa ditebak dari urutan

Tidak menyalin atau memparafrase dekat soal sumber

Setiap paket soal berdiri sendiri

Tabel 1. Aturan mutu quiz yang diperiksa skrip

Skrip pemeriksa harus menunjukkan nol masalah sebelum file Excel dibangun. Terjemahan Inggris dibuat oleh Claude, jadi tetap perlu review bahasa.

Selain quiz, skill yang sama juga membuat EXAM (10 soal per section, untuk ujian tingkat course) dan ASSESSMENT (15 soal per learning path, pola 5-5-5). Pekerjaan ini biasanya dijalankan per batch beberapa learning path sekaligus, dan progresnya dicatat supaya tidak ada yang dikerjakan dua kali. Untuk latihan di series ini, cukup satu quiz satu section.

Langkah 5: Review Konten

Setelah aset jadi, mintalah review, misalnya "Review artikel dan quiz ini untuk TC-292 level 1, hasilnya untuk tim internal." Review dilakukan dua lapis: formatif (format, level, bahasa, kelengkapan) dan kebenaran isi (definisi, rumus, fakta, relevansi referensi). Temuan kebenaran isi yang belum pasti ditandai "perlu konfirmasi SME".

Hasil review terdiri dari ringkasan kelayakan, tabel temuan wajib diperbaiki, tabel saran, hal yang sudah bagus, dan kriteria yang tidak dapat dicek. Untuk video dan audio, review agent hanya penyaringan awal; review akhir tetap ditonton atau didengar manusia. Perbaikan dikerjakan oleh tim atau vendor pembuat konten, bukan oleh reviewer.

Sebutkan penerima hasil review, karena nadanya menyesuaikan. Untuk vendor, bahasanya formal dan fokus pada perbaikan. Untuk tim internal, agent menambahkan satu atau dua pertanyaan pemandu supaya tim belajar polanya. Untuk manager, agent mendahulukan ringkasan keputusan lolos atau tidak. Untuk soal yang tidak sesuai level, agent selalu memberi contoh satu soal yang sudah ditulis ulang sebagai acuan.

Langkah 6: FK atau JK untuk Pengadaan Pendukung

Produksi konten kadang membutuhkan pengadaan, misalnya konsumsi kegiatan bangmat atau jasa freelancer video. Mintalah, misalnya, "Buatkan pengajuan konsumsi bangmat 2 hari, 30 peserta." Agent menentukan jenis dokumen dari nilainya: FK untuk nilai sampai Rp100.000.000, JK untuk nilai di atasnya. Agent akan menyebutkan tebakan jenis kebutuhan, menanyakan band peserta dan lokasi, lalu menghitung harga dari norma biaya dan menampilkan hitungannya sebelum dokumen dibuat.

Dokumen dibuat dengan mengisi template resmi, bukan menyusun dari nol. Nomor surat, code activity, dan data yang tidak diketahui ditulis sebagai penanda "mohon dilengkapi", tidak dikarang. Semua angka dan data vendor tetap harus Anda konfirmasi sebelum diajukan, karena penandatangan yang menanggung isinya.

Bila nilainya mendekati batas Rp100 juta, agent akan mengingatkan bahwa sedikit tambahan memindahkan dokumen ke jalur JK yang jauh lebih panjang. Pada JK, Anda perlu menyiapkan dasar formal (nomor dan tanggal SK atau nota dinas), manfaat bisnis, spesifikasi deliverable, dan rencana waktu. Siapkan bahan itu sebelum meminta, supaya agent tidak perlu bertanya berulang.

Tips dan Jebakan Umum

  • Ikuti urutan: script, video, artikel, quiz, lalu review. Jangan membuat quiz dari sumber yang berbeda dengan modul.
  • Jangan melewati titik persetujuan. Perbaikan alur lebih murah daripada membuat ulang video.
  • Skill audio belum ada. Slot audio pada learning unit masih dikerjakan di luar alur ini.
  • Jangan pakai pengajuan yang sedang berjalan sebagai contoh latihan FK/JK.

Dengan satu modul sebagai sumber, Anda bisa menghasilkan empat aset yang saling menguatkan dan memeriksanya dengan kacamata yang sama. Hasil akhirnya tetap draf sampai reviewer manusia dan SME menyetujui. Series 5 membahas cara membangun agent serupa untuk peran Anda sendiri.

Referensi

Telkom Corporate University (2026) Skill video-script-builder, hpl-video-tcuc, artikel-pembelajaran-level, bank-soal-exam-assessment-hpl, review-konten-pembelajaran-tcuc, dan form-justifikasi-kebutuhan (SKILL.md). Dokumen internal, School of Go To Market (SoGTM).